RAPAT OPTIMALISASI PERANAN TIM TERPADU PENANGANAN GANGGUAN KONFLIK SOSIAL

SIBOLGA-Pemerintah Kota Sibolga melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Sibolga,  menggelar rapat optimalisasi peranan tim terpadu penanganan gangguan konflik sosial tahun 2018, yang bertempat di aula Zulkifli Tanjung Mako Lanal Sibolga, Kamis (13/12/2018)pagi.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemko Sibolga Drs.Charli Sinambela, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Sibolga Irwan Ahuy Sitanggang SE, camat Sibolga Kota Mardi Tanjung S.Ap, para perwakilan Forkopimda Kota Sibolga serta para perwakilan OPD Kota Sibolga.

Dalam sambutannya, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemko Sibolga Drs.Charli Sinambela, menyampaikan bahwa, dalam rangka untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, anggota legislatif DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota yang akan dilaksanakan pada bulan april tahun 2019, akhir-akhir ini ada banyak isu-isu dan pemberitaan yang bersifat negatif, yang pasti akan mempengaruhi hubungan diantara masyarakat Kota Sibolga dan pasti akan berdampak kepada stabilitas dan keamanan di Kota Sibolga.

“Menyadari akan pentingnya stabilitas daerah, sesuai dengan amanat undang-undang nomor 7 tahun 2012, tentang penanganan konflik sosial pemerintah daerah, di harapkan untuk terus membentuk tim terpadu penanganan konflik sosial,  sebagai upaya antisipasi/pencegahan dari segala kemungkinan terjadinya konflik sosial di masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Sibolga menyambut baik dan sangat mendukung terbentuknya tim ini, sebagai wujud dari tekad dan komitmen yang kuat untuk menjaga stabilitas daerah,”ucapnya.

Dilanjukan, terkait dengan upaya penanganan konflik sosial ini, “Saya ingin menekankan pada upaya pencegahan, dengan langkah-langkah sebagai berikut, yaitu bersama semua elemen masyarakat seperti tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda turut memelihara kondisi damai dalam masyarakat, dan membangun sistem dini dengan memelihara hubungan baik, mengintensifkan komunikasi dan koodinasi antar pemangku kepentingan dalam elemen masyarakat lainnya, dan melaporkan persolan yang muncul di masyarakat segera mendapatkan penanganan, meredam potensi konflik dan menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul sekecil apapun secara tuntas, serta mengembangkan sistem penyelesaian secara damai dengan memberdayakan forum-forum yang sudah ada dengan jalan musyawarah,” jelas Charli Sinambela.

“Saya berharap tim terpadu ini memiliki kemampuan deteksi dini, siap, tanggap dan sigap dalam merespon setiap dinamika yang terjadi di masyarakat, sehingga setiap potensi yang mengarah kepada konflik dapat segera teratasi dengan baik,”harapnya.

Sementara itu, diperlukan upaya-upaya agar setiap potensi konflik yang ada tidak bereskalasi menjadi lebih besar sehingga merugikan kita semua, terlebih lagi dinamika sosial, politik, ekonomi, dan budaya selalu mengalami perubahan seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi akan menyebabkan terjadinya pergeseran nilai yang sulit dihindari.

Dalam laporan Ketua panitia selaku Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, Irwan Ahuy Sitanggang, SE, mengatakan bahwa, tujuan dari rapat ini adalah untuk mengkordinasikan, mengarahkan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan penanganan konflik sosial di Kota Sibolga, dan untuk melakukan pemetaan potensi  gangguan keamanan dalam negeri yang disebabkan oleh konflik sosial dan terorisme yang ada diseluruh wilayah Kota Sibolga, serta untuk mewujudkan kekondusifan, keamanan dan ketertiban dalam rangka pelaksanaan pilpres dan pileg tahun 2019 di Kota Sibolga.

Untuk diketahui, adapun bentuk kegiatan, yaitu penyampaian materi dari Ops Kodim 0211/TT, tentang cegah dini rawan konflik yang disampaikan oleh Bapak Kapten Sudianto, dan penyampaian materi dari Kabag Ops Polres Kota Sibolga, tentang pemetaan kerawanan dan potensi konflik polsek sosbudkam di wilayah hukum polres Kota Sibolga tahun 2019, yang disampaikan oleh Kabag Humas Polres Sibolga Bapak Sormin, S.Ag.(mks)

About the author